Kemarin pagi sebelum Pesta Akhir Tahun sekolahnya dimulai, Keanu mandi dan sikat gigi sendiri. Setelah selesai saya memang mengecek hanya untuk memastikan semuanya sudah bersih (tidak ada sabun yang masih menempel). Pintu kamar mandi belum ditutup jika mandi, namun dia menutup tirai shower karena malu dan ingin berkegiatan sendiri.
Selesai mandi, dia memakai pakaian dalam dan celana pendek sendiri, maju seragamnya masih saya pakainkan karena seragam yang dipakai untuk acara adalah yg model kelasi, ada sliting di bagian belakang. Jika mengenakan seragam berkancing atau piyama tidur, Keanu sudah bisa mengancing dan membukanya sendiri.
Karena kami semua ingin menonton acara beramai-ramai, laptop disambungkan ke TV agar terlihat besar. Keanu terlihat senang melihat acaranya dan mendapat tepung tangan meriah dari kami ketika dia tampil secara mandiri juga dia bergerak mengikuti lagu di bagian closing acara, tanpa kami ingatkan. Selesai acara, dia mengganti baju seragam dengan baju main, yang dia ambil sendiri di lemari pakaiannya.
Pada jadwal kelas barmain hari ini, Keanu juga mandi dan sikat gigi sendiri. Dia memilih baju yang santai karena di kelas bermain boleh memakai baju bebas.
Biasanya ketika selesai belajar daring, Keanu membantu saya membuat foto ataupun video dokumentasi untuk dikumpulkan. Keanu juga membereskan sendiri peralatan belajar yang baru digunakan. Pengajar atau guru di sekolah biasanya juga mengingatkan agar anak-anak membereskan sendiri.
Pada beberapa sesi di sekolah juga diajarkan kemandirian seperti mengenakan kaos kaki dan sepatu, mengikat tali sepatu, melipat baju dan celana. Khusus untuk mengikat tali sepatu Keanu belum bisa, dia memilih sepatu ber-velcro.
Kami membiasakan anak-anak untuk membuang sampah, meletakkan mangkok atau cangkir kotor ke tempat cucian piring, juga mencuci tangan jika kotor. Sesekali kami ajarkan untuk mengisi sendiri air minum ke dalam gelas atau botol minum. Biasanya perlu bantuan jika botolnya berat.
Yang masih sering diingatkan adalah membereskan mainan. Biasanya ketika transisi dari satu kegiatan, misal sehabis main dan akan screen time, kami minta anak-anak membereskan mainan maupun buku yang berserakan terlebih dahulu ke tempatnya masing-masing.
Jika tidur di malam hari, Keanu sudah bisa ke kamar mandi sendiri jika tengah malam terbangun. Kadang dia membangunkan juga abangnya jika mungkin di malam itu dia merasa takut. Dulu waktu transisi lepas tidur dari saya, sebenarnya saya belum meminta tidur terpisah, namun dia yang meminta tidur di kamar bawah bersama abangnya. Kadang dia juga bisa pindah sendiri ke kamar atas lagi jika di tengah malam gelisah, atau juga pindah dari kamar atas sendiri ke kamar bawah sambil membawa perlengkapannya yaitu guling dan selimut kesayangan.
Rasanya sejak pandemi covid, kami seperti agak parno jika harus membiarkan si kecil melakukan banyak hal, terutama keluar rumah. Untuk hal-hal seperti prokes, butuh waktu bagi kami untuk lebih percaya diri dan percaya padanya bahwa dia taat pada aturan tersebut (tanpa pengawasan). Alhamdulillah kebiasaan mulai terbentuk, jika ayahnya pulang dari kantor, dia membukakan pintu dan berkata “ayah kotor, ayah mandi dulu ya”, atau jika keluar rumah “maskernya mana bunda?”
Jika kami berjalan-jalan dengan mobil dia juga tak lupa terus memakai masker dan hand sanitizer, kecuali sedang makan atau minum, maka sisanya masker terus dipakai.
Kebiasaan dan kemandirian ini terus kami pantau sebagai bekal jika sekolah jadi diadakan secara tatap muka di tahun ajaran baru besok ini. Sesekali saya perbolehkan Keanu main ke tetangga dengan memakai masker dan membawa hand sanitizer. Terkadang si abang menemani dan terkadang hanya mengantarkan saja dan nanti dijemput kembali.
Mudah-mudahan pandemic segera berlalu dan anak-anak bisa bebas lagi beraktifitas melatih kemandirian di luar rumah maupun di sekolah.
Pengalaman yang Berbeda. Saya percaya setiap anak mengalami fase tumbuh kembangnya sendiri-sendiri, termasuk toilet training. Begitu pula dengan Keanu, berbeda dengan abangnya yang cukup “mulus” perjalanannya, Keanu sedikit berliku. Dulu abang sejak usia 2 tahun menurut jika setiap pagi setelah bangun tidur kami ajak ke kamar mandi untuk pipis, dan juga setiap 2-3 jam diajak ke kamar mandi supaya tidak ngompol. Sedang Keanu menolak, jadi ada proses drama dulu sebelum akhirnya mau diajak pipis. Kami melengkapi kamar mandi dengan toilet mini bergambar kodok agar dia mau pipis di situ. Untuk BAB, ada juga toilet mini lungsuran abangnya dulu. Jika si abang dulu mau, Keanu tidak. Dia memilih di toilet besar dengan alas bantu khusus untuk anak kecil. Juga bangku kecil untuk pijakan dia naik ke toilet. Untuk pembelajaran toilet training ini kami juga melengkapi kasur dengan sprei anti air agar mudah dibersihkan. Walaupun suaranya berisik kresek kresek jika bergerak. Juga dengan penggu...


Comments
Post a Comment