Skip to main content

Jurnal MOyTB hari ke-11 tentang Toilet Training

Pengalaman yang Berbeda. Saya percaya setiap anak mengalami fase tumbuh kembangnya sendiri-sendiri, termasuk toilet training. Begitu pula dengan Keanu, berbeda dengan abangnya yang cukup “mulus” perjalanannya, Keanu sedikit berliku. Dulu abang sejak usia 2 tahun menurut jika setiap pagi setelah bangun tidur kami ajak ke kamar mandi untuk pipis, dan juga setiap 2-3 jam diajak ke kamar mandi supaya tidak ngompol. Sedang Keanu menolak, jadi ada proses drama dulu sebelum akhirnya mau diajak pipis. Kami melengkapi kamar mandi dengan toilet mini bergambar kodok agar dia mau pipis di situ. Untuk BAB, ada juga toilet mini lungsuran abangnya dulu. Jika si abang dulu mau, Keanu tidak. Dia memilih di toilet besar dengan alas bantu khusus untuk anak kecil. Juga bangku kecil untuk pijakan dia naik ke toilet. Untuk pembelajaran toilet training ini kami juga melengkapi kasur dengan sprei anti air agar mudah dibersihkan. Walaupun suaranya berisik kresek kresek jika bergerak. Juga dengan penggunaan clodi agar dia merasakan sensasi pipis dan basah, cepat minta ganti. Clodi juga mencegah air seni menetes ke bawah jadi lantai cukup aman dan terhindar dari resiko terpeleset. Kami juga mengedukasi melalui buku cerita. Ketika membacakannya, Keanu juga sering mengingatkan adiknya. Dia juga rajin memberi tahu saya jika adiknya pipis di clodi saat ini. Kebetulan adiknya yang berusia 3 tahun sedang toilet training. Jika ke kamar mandi, dia suka mengajak adiknya untuk ikut pipis juga walau terkadang si adik tidak mau. Si adik sudah kami khitan sejak usianya 4 bulan, untuk menghindari fimosis dan kerepotan di kala besar.
Karena pandemi, untuk mengurangi resiko ke toilet umum jika di perjalanan, Keanu pipis ke pispot yang kami sediakan di mobil. Karena dia duduk di depan jadi agak luas tempatnya. Jarak antar pipis Keanu juga pendek, bisa saat ini pipis dan 10 menit kemudian pipis lagi. Terutama jika sedang kedinginan. Memang minum air putih dan susunya cukup banyak. Anak-anak kami memiliki anatomi saluran pipis yang sempit (fimosis), keturunan sang ayah. Jadi dokter juga sudah mengingatkan untuk sering mengecek ujung saluran pipis dan membersihkan daki atau kotoran yang menempel yang dikhawatirkan menutup jalannya air seni. Di usia 3 tahun Keanu pernah kena Infeksi Saluran Kemih (ISK), salah satu resiko anatomi tadi. Dia minum antobiotik selama sekitar 10 hari. Waktu itu kami berencana mengkhitan Keanu sebelum dia masuk TK (4 tahun). Dokter juga menyarankan seperti itu agar resiko dapat diperkecil. Namun karena pandemi, agak ragu membawa ke RS saat itu. Beberapa bulan terakhir saya menilai kok air seni Keanu berwarna sangat keruh, dan suka menempel di celana. Dia juga sering tidak bisa menahan pipis (selalu terburu-buru), jarak antar pipis semakin dekat (namun sedikit-sedikit keluarnya), malampun mulai mengompol lagi. Namun tidak ada demam, tidak ada saluran pipis yang menggembung. Ketika membawa ke klinik untuk vaksin, saya jelaskan keluhan tersebut. Dokter sempat menduga kurang minum, namun dia juga menyarankan cek urin jika observasi minum sudah banyak namun masih seperti itu kondisinya. Akhirnya kami bawa cek ke laboratorium untuk cek urin (urin normal dan kultur urin). Setelah hasilnya keluar kami bawa kirim pesan WA ke dokter anak langganan dan ternyata memang kena ISK lagi. Alhamdulillah kami punya kenalan dokter yang baik komunikasinya dan cukup detil. Sejak sebelum pandemi kami juga biasa bertanya jawab melalui pesan WA, jika memang urgent baru ke RS. Menurut beliau itu tidak tampak jika hanya cek urin normal harus melalui kultur urin. Jika hanya cek urin normal hasilnya akan normal-normal saja. Beliau mengapresiasi ketelitian saya mengobervasi dan kebiasaan Keanu. Keanupun minum antibiotik dan tgl 14 Juni kemarin jadwal cek urin kedua setelah antibiotic habis. Dokter menyarankan utk khitan namun tidak di RS, karena prokes di RS saat ini sangat ketat terutama di ruang operasi, baik itu operasi kecil atau operasi besar, treatment nya akan sama dan biaya akan sangat tinggi. Insya Allah rencananya libur sekolah ini Keanu akan khitan di salah satu rumah khitan. Sedang untuk membersihkan diri setelah BAK, Keanu sudah bisa mandiri, membuka dan memakai celana sendiri hingga mencuci tangan di washtafel. Untuk BAB kami akan mulai mengajarkannya tahun ini, persiapan sebelum sekolah tatap muka.

Comments

Popular posts from this blog

Jurnal MOTyB hari ke-13 tentang kemandirian

Kemarin pagi sebelum Pesta Akhir Tahun sekolahnya dimulai, Keanu mandi dan sikat gigi sendiri. Setelah selesai saya memang mengecek hanya untuk memastikan semuanya sudah bersih (tidak ada sabun yang masih menempel). Pintu kamar mandi belum ditutup jika mandi, namun dia menutup tirai shower karena malu dan ingin berkegiatan sendiri. Selesai mandi, dia memakai pakaian dalam dan celana pendek sendiri, maju seragamnya masih saya pakainkan karena seragam yang dipakai untuk acara adalah yg model kelasi, ada sliting di bagian belakang. Jika mengenakan seragam berkancing atau piyama tidur, Keanu sudah bisa mengancing dan membukanya sendiri. Karena kami semua ingin menonton acara beramai-ramai, laptop disambungkan ke TV agar terlihat besar. Keanu terlihat senang melihat acaranya dan mendapat tepung tangan meriah dari kami ketika dia tampil secara mandiri juga dia bergerak mengikuti lagu di bagian closing acara, tanpa kami ingatkan. Selesai acara, dia mengganti baju seragam dengan baju main...

Jurnal MOTyB Hari 4 – Ceritakan kegiatan tentang meminjam buku di website perpustakaan Tetum Bunaya

Menumbuhkan Budaya Membaca di Rumah. Sejak SD saya punya perpustakaan mini di rumah, yang saya susun sendiri. Teringat perasaan gembiranya ketika almarhum ayah mengajak saya berbelanja ke kota Medan (saya besar di kota Lhoksemawa, Aceh Utara). Saya tidak begitu ingat berbelanja di mana, tapi rasanya bukan di toko buku, karena orang tua saya berbelanja yang lain dan saya sibuk di seksi buku-buku dan alat tulis. Mungkin seperti supermarket besar. Koleksi buku-buku saya waktu itu sebagian besar komik dan fiksi pendek. Saya tumbuh dengan buku-buku Enyd Blyton, Trio Detektif, Lima Sekawan, Malory Towers, STOP, Koleksi buku Tini (berbagai judul) juga Doraemon, Kungfu Boy, serial animee cerita untuk anak perempuan (banyak sekali judulnya) seperti Candy-Candy, Sailor Moon, dll. Beruntung saya punya adik yang juga senang buku, jadi kami berdua mengumpulkan, merawat dan menyusun buku-buku. Pernah juga mencoba membuka taman bacaan, namun tetangga saya bilang kok pelit banget sih pinjam buku...