Skip to main content

Jurnal MOTyB Hari 2 – Kegiatan Beribadah

Alhamdulillah, masa pandemic juga membawa keberkahan bagi keluarga. Dengan hadirnya sang ayah di rumah (WFH), ada kesempatan lebih dekat dengan anggota keluarga, termasuk waktu untuk sholat maghrib berjamaah. Biasanya hal ini tidak dapat dilakukan karena hampir setiap hari pulang malam bahkan tengah malam.
Mengapa maghrib, biasanya di waktu tersebut tiap anggota keluarga sudah sama ritmenya. Kebiasaan ini mulai dirutinkan ketika bulan puasa tahun 2020. Di mana pada waktu itu masih tahap awal pandemi dan masyarakat benar-benar berada di dalam rumah, berkegiatan di rumah termasuk beribadah. Adik-adik yang kecil-kecil juga sudah ikut sholat. Keanu sudah mulai bisa tertib mengikuti gerakan sholat walau masih bergoyang-goyang, berbeda dengan adiknya yang masih sesukanya, terutama memanjat punggung ayah ketika sujud. Di bulan puasa tersebut kebetulan ibu mertua ada di Jakarta dan tidak bisa kembali pulang ke Medan sementara waktu. Beliaulah yang juga yang senantiasa mengingatkan untuk sholat berjamaah dan mulai mengenalkan surat-surat pendek pada Keanu. Jika maghrib semua anggota keluarga ikut, namun jika subuh biasanya saya sesekali tidak ikut karena si bungsu suka terbangun dan rewel. Sudah dua tahun pula kami sholat Idul Fitri dan Idul Adha di rumah. Untuk pengenalan agama, saya ingin dilakukan bertahap dan perlahan. Dimulai dari pembiasaan-pembiasaan sehari-hari untuk mengucapkan dan menjawan salam, mengucapkan alhamdulillah, juga doa-doa keseharian seperti doa sebelum makan, sebelum tidur, doa belajar. Keanu dengan lucu sering menirukan saya mengucapkan “Masya Allah” kalau ada anak yang tidak berkelakuan baik di rumah. Pengenalan adab keseharian juga dibantu secara visual lewat tontonan “Nussa dan Rara”, biasanya anak-anak lebih senang karena ceritanya benar-benar dari sudut pandang anak dan mengikuti lagu-lagu dengan ceria. Biasanya kami juga membahas secara lebih detil tema video dengan si abang. Dan si abang juga sering membantu menjelaskan kepada adik-adik. Tahun ini saya belum mengajak Keanu untuk puasa. Rencananya puasa Ramadhan tahun depan, semoga diberikan rezeki umur. Kebetulan tahun ini si abang sempat mengikuti kegiatan Festival Ramadhan yang diadakan oleh Mungilmu selama sebulan, cukup menarik materi-materi yang dibawakan, ada hiburannya juga dan disampaikan dengan cara yang menyenangkan (dongeng, craft, jalan-jalan, bagaimana puasa di negara lain dsb). Saya ingin kelas 1 atau 2 SD nanti Keanu sudah bisa ikut kegiatan tersebut dengan pendampingan orang tua. Dulu sebelum pandemi, sekitar sebulan sekali kami mengajak anak-anak mengikuti kajian anak oleh Kak Yogi di Masjid Nurullah Kalibata City (kebetulan kami pernah tinggal di sana dan Masjid Nurullah memiliki banyak program dakwah yang menarik untuk anak-anak). Namun semasa pandemi ini hanya sempat menyimak beberapa tema lewat Youtube. Lebih enak menyimak secara langsung sambil mengenalkan masjid kepada anak-anak. Tahun ini saya membeli buku-buku bacaan yang harapan saya bisa membantu mengenalkan tentang tauhid atau Ketuhanan secara menyenangkan. Menurut saya lewat cerita, lebih menarik untuk anak, apalagi jika bukunya dilengkapi dengan gambar yang menawan. Banyak proses diskusi yang bisa dilakukan.
Hari ini, di kelas Keanu berkegiatan menyiapkan sarapan berupa roti dan teh hangat. Tapi sebelum kegiatan dimulai, dia sudah keburu lapar dan memakan duluan roti meises buatannya. Ketika kelas berlangsung dia membuat versi lain yaitu roti pelangi.
Setelah kelas, saya berikan waktu untuk nonton sebentar, sambil saya membereskan barang-barang perlengkapan kegiatan anak dan mencari-cari ide untuk membantu Keanu membuat Siklus Hidup Ikan dengan bahan-bahan yang ada di rumah. Si bungsu sibuk bermain kacang hijau, namun Keanu memilih untuk bermain perang-perangan bersama abangnya. Namun ketika adik sudah bosan dan kacang sudah berhamburan, Keanu berinisiatif membantu saya menyapu. Setelah rapi, dia baru mau bermain kacang hijau. Cara mainnya sudah cukup aman karena dia sudah paham kacang hanya dimainkan di dalam tray yang disediakan agar tidak berserakan.
Mendekati waktu istirahat siang, saya tawarkan membaca buku “Mencari Allah” namun Keanu memilih untuk turun ke kamarnya. Kalau siang biasanya dia dan si bungsu tidur di kamar saya, sedang malam hari bersama si abang. Akhirnya saya membacakan untuk si bungsu sampai dia terlelap. Ternyata Keanu malah tidur di sofa.
Maghrib tadi kami juga sholat berjamaah, namun di kamar atas sesuai permintaan si abang. Ngadem katanya. Si bungsu tidak mau ikut dan memilih untuk memeluk-meluk selimutnya di belakang kami. Setelah sholat, sang ayah sedikit tanya jawab dengan Keanu juga membacakan buku “Siapakah Allah?” dan “Mencari Allah”. Malam ini ada kejadian yang membuat kami kagum. Saya membelikan sebuah mainan pesawat berukuran besar, karena saya mendengar adik-adik selalu bernyanyi tentang kendaraan akhir-akhir ini. Karena belinya hanya 1 jadi drama rebutan dan tangis-tangisan seperti biasa terjadi. Mungkin karena masih ingin tenang di waktu transisi, saya lebih banyak pasrah dengan sibling rivalry tadi dan lebih banyak diam mengamati. Biasanya kalau sudah tidak sabar saya suka ikut campur, kepala rasanya nyut-nyutan melihat pertengkaran dan tangisan nada tinggi. Sempat mencoba mengalihkan perhatian dengan makanan kesukaan, namun kembali lagi rebut-rebutan. Juga dibantu oleh si abang dengan menawarkan pesawat lain. Sampai pada suatu titik adik-adik bisa berdamai dan bergantian. Dimulai dari Keanu yang berbesar hati memberikan pesawatnya untuk dimainkan si adik. kemudian si adik main kelamaan, namun akhirnya si adik menyerahkan sendiri juga pesawatnya. Kami memuji sikap keduanya dan tersadar kadang tidak terlalu banyak ikut campur ternyata memberikan kesempatan buat adik-adik mencari solusi atau mencapai kesepakatan. Kemudian, saya dan Keanu bersama-sama mengerjakan prakarya tentang Siklus Hidup Ikan, yang akan diperlukan untuk kelas esok pagi. Keanu membantu saya mencap gambar-gambar ikan dan menempel stiker ikan.
@sridewisusanty

Comments

Popular posts from this blog

Jurnal MOTyB hari ke-13 tentang kemandirian

Kemarin pagi sebelum Pesta Akhir Tahun sekolahnya dimulai, Keanu mandi dan sikat gigi sendiri. Setelah selesai saya memang mengecek hanya untuk memastikan semuanya sudah bersih (tidak ada sabun yang masih menempel). Pintu kamar mandi belum ditutup jika mandi, namun dia menutup tirai shower karena malu dan ingin berkegiatan sendiri. Selesai mandi, dia memakai pakaian dalam dan celana pendek sendiri, maju seragamnya masih saya pakainkan karena seragam yang dipakai untuk acara adalah yg model kelasi, ada sliting di bagian belakang. Jika mengenakan seragam berkancing atau piyama tidur, Keanu sudah bisa mengancing dan membukanya sendiri. Karena kami semua ingin menonton acara beramai-ramai, laptop disambungkan ke TV agar terlihat besar. Keanu terlihat senang melihat acaranya dan mendapat tepung tangan meriah dari kami ketika dia tampil secara mandiri juga dia bergerak mengikuti lagu di bagian closing acara, tanpa kami ingatkan. Selesai acara, dia mengganti baju seragam dengan baju main...

Jurnal MOyTB hari ke-11 tentang Toilet Training

Pengalaman yang Berbeda. Saya percaya setiap anak mengalami fase tumbuh kembangnya sendiri-sendiri, termasuk toilet training. Begitu pula dengan Keanu, berbeda dengan abangnya yang cukup “mulus” perjalanannya, Keanu sedikit berliku. Dulu abang sejak usia 2 tahun menurut jika setiap pagi setelah bangun tidur kami ajak ke kamar mandi untuk pipis, dan juga setiap 2-3 jam diajak ke kamar mandi supaya tidak ngompol. Sedang Keanu menolak, jadi ada proses drama dulu sebelum akhirnya mau diajak pipis. Kami melengkapi kamar mandi dengan toilet mini bergambar kodok agar dia mau pipis di situ. Untuk BAB, ada juga toilet mini lungsuran abangnya dulu. Jika si abang dulu mau, Keanu tidak. Dia memilih di toilet besar dengan alas bantu khusus untuk anak kecil. Juga bangku kecil untuk pijakan dia naik ke toilet. Untuk pembelajaran toilet training ini kami juga melengkapi kasur dengan sprei anti air agar mudah dibersihkan. Walaupun suaranya berisik kresek kresek jika bergerak. Juga dengan penggu...

Jurnal MOTyB Hari 4 – Ceritakan kegiatan tentang meminjam buku di website perpustakaan Tetum Bunaya

Menumbuhkan Budaya Membaca di Rumah. Sejak SD saya punya perpustakaan mini di rumah, yang saya susun sendiri. Teringat perasaan gembiranya ketika almarhum ayah mengajak saya berbelanja ke kota Medan (saya besar di kota Lhoksemawa, Aceh Utara). Saya tidak begitu ingat berbelanja di mana, tapi rasanya bukan di toko buku, karena orang tua saya berbelanja yang lain dan saya sibuk di seksi buku-buku dan alat tulis. Mungkin seperti supermarket besar. Koleksi buku-buku saya waktu itu sebagian besar komik dan fiksi pendek. Saya tumbuh dengan buku-buku Enyd Blyton, Trio Detektif, Lima Sekawan, Malory Towers, STOP, Koleksi buku Tini (berbagai judul) juga Doraemon, Kungfu Boy, serial animee cerita untuk anak perempuan (banyak sekali judulnya) seperti Candy-Candy, Sailor Moon, dll. Beruntung saya punya adik yang juga senang buku, jadi kami berdua mengumpulkan, merawat dan menyusun buku-buku. Pernah juga mencoba membuka taman bacaan, namun tetangga saya bilang kok pelit banget sih pinjam buku...