Skip to main content

Jurnal MOTyB Hari 3 – Kegiatan Makan Buah

“Terima kasih sudah mau mencoba” Pisang adalah buah favorit Keanu. Yang paling disuka adalah pisang Banten atau Lampung (yang kecil-kecil) atau pisang barangan. Berbagai produk olahan pisang pun dia suka seperti keripik pisang dan pisang goreng. Saya jadi ingat ketika dia kecil, saya sering beli pisang Lampung 1 tandan karena anak-anak suka. Warung buahnya tidak jauh dari rumah, tinggal jalan kaki. Kebetulan di Medan harga pisang lebih murah daripada di Jakarta, dan buahnya pun ranum-ranum. Matang pohon dipanen dari kebon pemilik warung. Sejak hamil Keanu memang kami tinggal di Medan hingga Keanu berusia 1,5 tahun. Sebenarnya sejak MPASI pertama Keanu sudah dikenalkan dengan berbagai buah-buahan seperti alpukad, jeruk, buah naga, apel, anggur dan pir. Sayur juga banyak diperkenalkan. Usia 1 tahun sudah makan makanan keluarga. Hingga suatu ketika dia sakit di usia sekitar 1,5 tahun, demam naik-turun hingga 2 minggu. Berbagai tes kesehatan sudah dilakukan dan hanya disimpulkan virus saja penyebabnya. Sejak itu selera makannya mulai berkurang, mulut dan lidahnya sangat sensitif terhadap tekstur dan rasa makanan. Berat badannya berkurang banyak ketika itu. Hanya nasi putih kering dan ikan goreng maunya. Itupun ikannya harus kelihatan bentuknya. Banyak makanan yang akhirnya dilepeh. Kami punya cerita sendiri perihal picky dan small eater ini. Selain pisang, Keanu juga suka pepaya. Namun lama kelamaan menjadi hanya pisang. Pagi ini selesai sarapan roti, saya sediakan pisang Lampung di sisi meja belajar Keanu. Terkadang ketika sekolah dia butuh cemilan agar tetap semangat. Keripik pisang seringnya. Pisang yang mau dimakannya pun harus dalam keadaan “sempurna”, pas matangnya, tidak ada yang benyek atau spot-spot hitam. Pisang itu sudah dibeli sejak 2 hari lalu, ketika warnanya masih kuning kehijauan, namun sekarang sudah terlalu matang hingga kulitnya sudah lengket ketika dikupas. Dari 3 pisang yang disediakan, dia hanya mau makan 1 karena itu yang paling acceptable baginya.
Alhamdulillah sejak semester lalu, Keanu sudah mau makan sayur dan mencicipi lagi buah lain. Pada saat itu sekolahnya membahas tentang sayur dan buah-buahan. Setiap hari anak diminta untuk menyediakan sayur atau buah tertentu, dalam keadaan mentah dan yang sudah matang/dimasak. Dia senang memegang sayur dan buah-buah tersebut dan mulai mau mencoba mencicipi. Sayur yang lebih dulu dia terima dan sudah mau makanan berkuah. Sejak itupun saya mencoba selalu menyediakan sayur di piring makannya. Bayam, kangkung, wortel, oyong, buncis, brokoli, kembang kol, asal dimasaknya matang dan lembut, dia mau. Untuk buah, masih mencicip-cicip saja, sekitar 2-3 potong. Hari ini saya coba mengingatkannya dengan lagu tentang buah dan sayuran dari sekolahnya. Aku suka buah-buahan Jeruk, mangga pisang Aku suka buah-buahan Badan sehat, hati senang Ternyata dia sudah lupa. Teringat masih ada mainan sayur dan buah-buahan punya adiknya di kotak mainan, maka kami main peran jual beli. Adiknya yang paling semangat, namun dia juga menikmati, bergantian membeli sayur dan buah-buahan, sambil menyebutkan nama dan apakah dia suka atau tidak. Biasanya dia menjawab dengan “yummy” atau “yukky”
Saya juga jelaskan kembali tentang isi piringku. 4 jenis makanan yang sebaiknya ada di dalam 1 kali makan besar. Dia berhasil menyusun dan menyebutkan apa saja, juga memilih yang mana yang disuka. Ketika ditanya maukah mencoba yang tidak dia suka, dia mengangguk.
Biasanya saya menyetok setidaknya 3-4 jenis buah untuk seminggu, pesan dari tetangga yang kebetulan berbisnis buah-buahan, namun sejak setelah Lebaran belum lagi menerima pesanan. Yang menjadi langganan adalah buah pir hijau, pir kuning, apel, jeruk medan (kalau manis akan habis, kalau asam diperas), dan anggur. Jadi hampir sebulan ini saya hanya menyediakan pisang dan eapaya, membeli dari tukang sayur langganan. Malam ini ayahnya membeli sedikit buah pir, apel dan mangga. Senangnya sudah mulai musim mangga lagi. Si abang dan adik bungsu senang sekali dengan berbagai jenis buah, terutama mangga. Saya minta Keanu memegang mangga dan menciumnya, juga memegang pir dan meraba tekstur kulitnya. Adik bungsu sudah merengek-rengek minta dikupaskan. Kamipun coba merayu-rayu Keanu untuk ikut mencicip lagi. Belum dicicip dia sudah bilang tidak mau, tidak enak.
Butuh effort mengafirmasi untuk dia mau mencoba dulu. Jika sudah dicoba dan merasa tidak enak, ya sudah tidak apa-apa. Yang penting dicoba dulu. Akhirnya dia mau mencoba pir namun pahit katanya dan dingin, tidak suka. Kami coba semangati dengan melihat adiknya yang dengan semangat makan sendiri buah mangganya, sedikit dipaksa, akhirnya dia mau mencicip mangga. Awalnya seperti mau muntah, huek, mata sampai sedikit berair. Namun tetap dikunyahnya. Sepertinya potongannya agak besar. Saya tanya rasanya apa, manis nggak. Dia jawab manis. Enak nggak, dia jawab enak. Kami menyemangatinya dan mengucapkan “Waah Keanu paten (hebat) sudah mau mencoba makan mangganya”. Saya potong lagi lebih kecil potongan mangganya, dan dia mau makan lagi. Sambil bolak-balik pergi dan menghampiri saya berlompatan, pertanda dia happy. Hampir ½ buah dia habiskan, sampai akhirnya mengelus-elus perutnya dan bilang sudah kenyang. Saya katakan besok kita coba lagi ya, dan diapun mengangguk. Terima kasih ya Keanu, sudah mau mencoba. Sesi baca buku selanjutnya dibacakan oleh sang ayah, dengan ebook berjudul "Bana Si Pisang Berjalan-jalan". Anak-anak suka dengan ceritanya dan juga buahnya.

Comments

Popular posts from this blog

Jurnal MOTyB hari ke-13 tentang kemandirian

Kemarin pagi sebelum Pesta Akhir Tahun sekolahnya dimulai, Keanu mandi dan sikat gigi sendiri. Setelah selesai saya memang mengecek hanya untuk memastikan semuanya sudah bersih (tidak ada sabun yang masih menempel). Pintu kamar mandi belum ditutup jika mandi, namun dia menutup tirai shower karena malu dan ingin berkegiatan sendiri. Selesai mandi, dia memakai pakaian dalam dan celana pendek sendiri, maju seragamnya masih saya pakainkan karena seragam yang dipakai untuk acara adalah yg model kelasi, ada sliting di bagian belakang. Jika mengenakan seragam berkancing atau piyama tidur, Keanu sudah bisa mengancing dan membukanya sendiri. Karena kami semua ingin menonton acara beramai-ramai, laptop disambungkan ke TV agar terlihat besar. Keanu terlihat senang melihat acaranya dan mendapat tepung tangan meriah dari kami ketika dia tampil secara mandiri juga dia bergerak mengikuti lagu di bagian closing acara, tanpa kami ingatkan. Selesai acara, dia mengganti baju seragam dengan baju main...

Jurnal MOyTB hari ke-11 tentang Toilet Training

Pengalaman yang Berbeda. Saya percaya setiap anak mengalami fase tumbuh kembangnya sendiri-sendiri, termasuk toilet training. Begitu pula dengan Keanu, berbeda dengan abangnya yang cukup “mulus” perjalanannya, Keanu sedikit berliku. Dulu abang sejak usia 2 tahun menurut jika setiap pagi setelah bangun tidur kami ajak ke kamar mandi untuk pipis, dan juga setiap 2-3 jam diajak ke kamar mandi supaya tidak ngompol. Sedang Keanu menolak, jadi ada proses drama dulu sebelum akhirnya mau diajak pipis. Kami melengkapi kamar mandi dengan toilet mini bergambar kodok agar dia mau pipis di situ. Untuk BAB, ada juga toilet mini lungsuran abangnya dulu. Jika si abang dulu mau, Keanu tidak. Dia memilih di toilet besar dengan alas bantu khusus untuk anak kecil. Juga bangku kecil untuk pijakan dia naik ke toilet. Untuk pembelajaran toilet training ini kami juga melengkapi kasur dengan sprei anti air agar mudah dibersihkan. Walaupun suaranya berisik kresek kresek jika bergerak. Juga dengan penggu...

Jurnal MOTyB Hari 4 – Ceritakan kegiatan tentang meminjam buku di website perpustakaan Tetum Bunaya

Menumbuhkan Budaya Membaca di Rumah. Sejak SD saya punya perpustakaan mini di rumah, yang saya susun sendiri. Teringat perasaan gembiranya ketika almarhum ayah mengajak saya berbelanja ke kota Medan (saya besar di kota Lhoksemawa, Aceh Utara). Saya tidak begitu ingat berbelanja di mana, tapi rasanya bukan di toko buku, karena orang tua saya berbelanja yang lain dan saya sibuk di seksi buku-buku dan alat tulis. Mungkin seperti supermarket besar. Koleksi buku-buku saya waktu itu sebagian besar komik dan fiksi pendek. Saya tumbuh dengan buku-buku Enyd Blyton, Trio Detektif, Lima Sekawan, Malory Towers, STOP, Koleksi buku Tini (berbagai judul) juga Doraemon, Kungfu Boy, serial animee cerita untuk anak perempuan (banyak sekali judulnya) seperti Candy-Candy, Sailor Moon, dll. Beruntung saya punya adik yang juga senang buku, jadi kami berdua mengumpulkan, merawat dan menyusun buku-buku. Pernah juga mencoba membuka taman bacaan, namun tetangga saya bilang kok pelit banget sih pinjam buku...