Skip to main content

Jurnal MOTyB Hari 5 – Kegiatan Membaca Buku

The more you read, the more you know. Ternyata buku yang ingin kami pinjam dari perpustakaan Tetum sudah dipinjam oleh orang lain. Saya agak kesulitan mencari buku apa yang tersediaapa saja karena di dalam website perpus tidak ada katalog. Mungkin katalog khusus untuk anggota (member). Dari beberapa judul yang saya coba cari melalui fasilitas “search” bukunya tidak tersedia. Akhirnya diputuskan meminjam “Ada Apa di Situ”. Kemarin ketika memilih buku bersama Keanu apa isi, Keanu memerlukan informasi tambahan dari penjelasan singkat yang ada di website. Maka saya mencoba mencari versi ebook dari buku-buku terbitan Provisi Education yang ada di koleksi perpus Tetum. Bermula dari memillih fitur kategori Membaca Nyaring, saya putar beberapa video untuk buku “Aku Suka Caramu”, kemudian Keanu meminta lagi video lainnya. Saya putarkan “Kebakaran di Kota Mainan”, “Bubu Ambulan” dan Campur Campur Campur”, Saya juga sambil perhatikan dan pelajari cara para pembaca buku-buku tersebut membacakan. Jika yang membacakan ekspresif dan “rame” Keanu langsung tertarik mendekat. Setiap kali membacakan buku, saya berlatih juga vocal agar lebih enak didengar dan ekspresif. Karena pada dasarnya saya ini tipe orang yang pendiam dan kurang ekspresif, malah bisa dikatakan tipe ekspresi datar, kurang kelihatan apakah lagi senang, antusias, bosan dan lain-lain. Orang lain rasanya perlu membaca bahasa tubuh saya jika ingin menilai. Mungkin anak-anak lebih enjoy ketika sang ayah yang membacakan buku. Rasanya lebih rileks dan sepertinya memang ada bakat alami untuk bermain bersama anak kecil. Sang ayah tidak ikut pelatihan Membacakan Nyaring, tapi saya perhatikan dia mulai bisa bercerita dengan baik, ekspresif dan tampak enjoy membacakan. Tapi sebelum-sebelumnya sih kebanyakan ketiduran dan anak-anaknya sampai menepuk-nepuk ayahnya untuk bangun, menagih cerita hingga selesai. Mungkin sebelumnya belum merasa enjoy dengan kegiatan itu dan juga membangun bonding butuh proses. Kemarin siang, bersama si abang, kami mulai memilih-milih kandidat buku yang akan dibaca pada kegiatan tantangan baca buku selama 30 hari #bacajakarta yang akan dimulai pada 14 Juni mendatang. Buku-buku mana yang dia suka dan yang saya ajukan agar bervariasi, baik dari segi tema, sumber bacaan, jenis cerita dll. Lebih dari seminggu juga belum menemukan kata sepakat dalam keluarga dalam penentuan nama perpustakaan atau sudut baca di rumah. Karena nama itu yang nantinya akan didaftarkan. Sebenarnya kami juga sedang menunggu tukang yang tadinya berjanji untuk datang, membantu kami menyiapkan perpustakaan mini yang lebih menarik, memasang rak buku terbuka (yang menghadap ke depan), agar anak-anak juga lebih tergoda secara visual untuk memilih buku. Namun sayang dia belum kunjung datang juga. Menjelang tidur siang tadi, saya bermaksud membacakan anak-anak buku “Little Cloud” karya Eric Carle. Sebenarnya Keanu dan adiknya tertarik, tapi si adik mendominasi dan maunya duduk di depan buku, menutupi Keanu dan Keanu tidak boleh ikut baca. Memang beberapa hari lalu saya membacakan buku itu khusus bersama si adik. Keanu ngambek dan memilih geletak di kasur. Setelah selesai saya dekati Keanu dan menawarkan apakah mau dibacakan buku “Pancakes, pancakes” karya Eric Carle juga. Dia tadi sudah mengutarakan ingin ayahnya yang membacakan, saya bilang nanti ya kalau ayah sudah pulang kerja. Namun ternyata dia mau saya bacakan. Walaupun buku-buku tersebut berbahasa Inggris, namun kami membacakannya ke dalam Bhs Indonesia. Ada proses jeda dalam membacakan karena ada proses menterjemahkan dan memilih kata-kata dan menyusun kalimat yang sederhana dan mudah dipahami. Mungkin karena proses tersebut membuat baca buku jadi lambat, Keanu sudah tertidur di tengah-tengah cerita. Saya sengaja memperkenalkan karya Eric Carle karena minggu besok rencananya kami akan ikut kegiatan bookish play dari buku-buku karya Eric Carle yang diselenggarakan oleh komunitas Depok Membaca Nyaring. Penulis buku anak terkenal tersebut baru saya tutup usia pada tanggal 23 Mei 2021 lalu. Sudah mulai larut malam, sang ayah juga belum pulang. Karena adik bungsu siang tadi tidak tidur, dia tidur cepat malam ini. Jadi saya bisa bacakan lagi buku untuk Keanu kalau dia belum mengantuk. Saya tawarkan beberapa pilihan, dan dia memilih buku “HOP” dari Rabbit Hole. Buku ini sesuai dengan tema kelas bermainnya yaitu tentang siklus hidup mahluk hidup. Tapi dia mengambil alih bukunya dan mencoba menceritakan sendiri isinya (tidak sampai selesai). Sesekali dia mengambil buku yang sedang dibaca abangnya di sebelah. Mungkin penasaran kenapa si abang tertawa-tawa membaca komik karya Benny & Mice. Dia membolak-balik sekilas buku tersebut. Kami membaca buku sambil menikmati cokelat, namun karena dark chocolate, Keanu hanya cicip-cicip saja. Kemudian dia minta bacakan “Kareen dan Khaleel Mencari Allah”. Dia senang sekali dengan ilustrasi di buku tersebut dan kami banyak tanya jawab tentang gambar-gambar atau tokoh yang ada di buku. Masih susah menjelaskan konsep abstrak kepada Keanu, namun saya coba bertanya jawab tentang konsep siapa Allah? Dia menyimak sampai habis. Kemudian mengambil buku “Kucingku Kuzy”. Namun karena saya sudah mulai lelah, dia membolak-balik dan mengomentari sendiri tentang gambar-gambar apa yang ada di buku tersebut. Saya belum pernah membacakan buku ini, mungkin besok kalau dia mau. Sekitar jam 22.00 sang ayah pulang. Sudah terlalu larut, namun Keanu masih semangat menunggu ayahnya membacakan buku. Saya senang kami semua sudah mulai menikmati membaca buku dan membacakan buku.

Comments

Popular posts from this blog

Jurnal MOTyB hari ke-13 tentang kemandirian

Kemarin pagi sebelum Pesta Akhir Tahun sekolahnya dimulai, Keanu mandi dan sikat gigi sendiri. Setelah selesai saya memang mengecek hanya untuk memastikan semuanya sudah bersih (tidak ada sabun yang masih menempel). Pintu kamar mandi belum ditutup jika mandi, namun dia menutup tirai shower karena malu dan ingin berkegiatan sendiri. Selesai mandi, dia memakai pakaian dalam dan celana pendek sendiri, maju seragamnya masih saya pakainkan karena seragam yang dipakai untuk acara adalah yg model kelasi, ada sliting di bagian belakang. Jika mengenakan seragam berkancing atau piyama tidur, Keanu sudah bisa mengancing dan membukanya sendiri. Karena kami semua ingin menonton acara beramai-ramai, laptop disambungkan ke TV agar terlihat besar. Keanu terlihat senang melihat acaranya dan mendapat tepung tangan meriah dari kami ketika dia tampil secara mandiri juga dia bergerak mengikuti lagu di bagian closing acara, tanpa kami ingatkan. Selesai acara, dia mengganti baju seragam dengan baju main...

Jurnal MOyTB hari ke-11 tentang Toilet Training

Pengalaman yang Berbeda. Saya percaya setiap anak mengalami fase tumbuh kembangnya sendiri-sendiri, termasuk toilet training. Begitu pula dengan Keanu, berbeda dengan abangnya yang cukup “mulus” perjalanannya, Keanu sedikit berliku. Dulu abang sejak usia 2 tahun menurut jika setiap pagi setelah bangun tidur kami ajak ke kamar mandi untuk pipis, dan juga setiap 2-3 jam diajak ke kamar mandi supaya tidak ngompol. Sedang Keanu menolak, jadi ada proses drama dulu sebelum akhirnya mau diajak pipis. Kami melengkapi kamar mandi dengan toilet mini bergambar kodok agar dia mau pipis di situ. Untuk BAB, ada juga toilet mini lungsuran abangnya dulu. Jika si abang dulu mau, Keanu tidak. Dia memilih di toilet besar dengan alas bantu khusus untuk anak kecil. Juga bangku kecil untuk pijakan dia naik ke toilet. Untuk pembelajaran toilet training ini kami juga melengkapi kasur dengan sprei anti air agar mudah dibersihkan. Walaupun suaranya berisik kresek kresek jika bergerak. Juga dengan penggu...

Jurnal MOTyB Hari 4 – Ceritakan kegiatan tentang meminjam buku di website perpustakaan Tetum Bunaya

Menumbuhkan Budaya Membaca di Rumah. Sejak SD saya punya perpustakaan mini di rumah, yang saya susun sendiri. Teringat perasaan gembiranya ketika almarhum ayah mengajak saya berbelanja ke kota Medan (saya besar di kota Lhoksemawa, Aceh Utara). Saya tidak begitu ingat berbelanja di mana, tapi rasanya bukan di toko buku, karena orang tua saya berbelanja yang lain dan saya sibuk di seksi buku-buku dan alat tulis. Mungkin seperti supermarket besar. Koleksi buku-buku saya waktu itu sebagian besar komik dan fiksi pendek. Saya tumbuh dengan buku-buku Enyd Blyton, Trio Detektif, Lima Sekawan, Malory Towers, STOP, Koleksi buku Tini (berbagai judul) juga Doraemon, Kungfu Boy, serial animee cerita untuk anak perempuan (banyak sekali judulnya) seperti Candy-Candy, Sailor Moon, dll. Beruntung saya punya adik yang juga senang buku, jadi kami berdua mengumpulkan, merawat dan menyusun buku-buku. Pernah juga mencoba membuka taman bacaan, namun tetangga saya bilang kok pelit banget sih pinjam buku...