Mendengar bahasa tubuh, mendengar dengan hati.
Pagi hari ketika akan membangunkan Keanu untuk sekolah, adalah waktu yang intim bagi kami berdua. Mumpung adiknya masih tidur, kami jadi punya waktu tanpa gangguan. Bahasa cinta Keanu adalah sentuhan dan quality time. Jadi biasanya saya akan elus-elus punggungnya, sambil mengajak bangun, mengucapkan selamat pagi. Tidak selalu mau langsung bangun. Kemudian saya kitik-kitik lembut badan atau pun kupingnya sampai dia senyum sambil mata tertutup, tertawa-tawa baru kemudian bangun. Itupun masih perlu dipangku dan dipeluk dulu. Sentuhan favoritnya adalah hidung bertemu hidung, dia bisa sampai tergelak-gelak.
Biasanya saya akan tanya, Keanu mau sarapan apa? Mau mandi dulu atau sarapan dulu? Atau mau main mobil-mobilan dulu di luar? Beri beberapa pilihan, kemudian sepakati. Terkadang dia berkata gak mau sekolah, kan sudah sekolahnya, kok sekolah lagi, sekolah lagi. Sayapun membujuknya sambil menjelaskan bahwa di sekolah nanti akan bikin apa atau malam sebelumnya (jika ingat) saya akan cerita besok itu kita mau bikin apa ya dengan balon?
Tapi lucunya, walaupun suka ngomong nggak mau sekolah. Jika sudah selesai mandi dan sarapan, dia yang paling semangat ke meja belajarnya (di lantai atas). Sudah hampir 1 semerter ini Keanu menjalani 2 kegiatan/komitmen, yaitu sekolah dan kelas bermain. Mengapa demikian? Karena saya melihat selama PJJ ini dia membutuhkan metode belajar yang lebih interaktif, lebih banyak bergerak dan lebih visual.
Nantinya kami harus melepas salah satunya, agar efektif jika memang PJJ maupun blended learning masing akan berlangsung dalam perkiraan 1 tahun ke depan. Konsekuensinya adalah ada 2 beban PR yang sebaiknya dikerjakan oleh Keanu. Dalam pelaksanaannya saya tidak memaksakan semuanya selesai. Saya akan tawarkan dia yang mana yang mau dikerjakan.
Jumat kemarin selesai kelas bermain jam 10, saya tawarkan dia untuk langsung mengerjakan LK. Karena LK tersebut akan dikembalikan ke sekolah siangnya. Kebetulan ada 2 lembar. Setelah 1 lembar dia mengeluh. Biasanya saya akan semangati bahwa jika cepat selesai maka akan bisa cepat main atau nonton. Tapi saya coba dengarkan.
Keanu kan capek niiih
Iya capek ya banyak PRnya. Ya udah istirahat dulu deh, kalau sudah selesai balik lagi ya.
Saya pikir dia akan kabur,biasanya kalau saya uber memang dia malah kabur lari ke bawah, tapi ternyata dia tidur-tiduran sekitar 10 menit, kemudian balik lagi ke meja.
Ternyata kalau kita lebih “mendengar” anak, dia akan merasa dipercaya dan balik mempercayai kita. Kemudian setelah selesai semua tugas, kamipun ke bawah makan es krim bersama. Keanu kegirangan.
Saya ingat, suatu ketika saya merasa kewalahan di rumah, mengurus semua hal, dari urusan rumah, anak, sekolah sampai rasanya ingin meledak isi kepala. Mungkin keadaan itu dirasakan oleh Keanu, ketika saya merasa terobsesi dia harus bisa mengerjakan semua tugas dari sekolahnya. Dia kelihatan membangkang, tidak serius, bercanda berlebihan.
Saya coba tenangkan diri, mungkin saya terlalu banyak menuntut dan dia merasa terbebani. Siang itu kami hanya leyeh-leyeh di kasur, tengkurap. Saya elus-elus punggungnya, saling bertatapan, re-connecting ibarat sinyal bonding. Maaf ya nak, mungkin seringkali bunda kurang mendengar pendapat maupun keluhanmu, karena berbicaramu masih belum teratur. Bunda harus lebih banyak belajar membaca bahasa tubuhmu.
Seperti ketika akhir-akhir ini Keanu sering menangis, meraung. Padahal dia bukan tipe anak yang gampang menangis, pun jika perlu hanya tetesan air mata saja yang keluar. Pada dasarnya dia tipe pengalah, namun saya agak abai dengan pendapatnya karena si adik bungsu yang keras wataknya seringkali mendominasi apapun, perhatian, mainan, makanan.
Hal ini merupakan alarm lagi bagi kami orang tuanya, untuk benar-benar mendengar, memperhatikan apakah kebutuhannya terpenuhi? Apakah kepentingannya dibela? Apakah kesediaannya untuk mengalah diapresiasi? Bunda masih harus terus belajar.
Urusan mendengar aktif ini memang lebih baik dilakoni oleh sang ayahdibanding saya. Dengan hal-hal simple, seperti ikut bernyanyi bersamanya, maupun membalas antusiasme nya menonton Blippi di Youtube, maupun menjawab pertanyaan dan ajakannya.
Sore tadi kami berjalan-jalan ke Kalibata City. Sebenarnya mengurus kontrakan. Namun Keanu dan adiknya selalu senang diajak jalan naik mobil walau hanya berputar-putar saja. Keanu punya kursi istimewa, yaitu di sebelah sang ayah. Selama di perjalanan kami coba tanya pendapatnya apakah dia senang, apa yang membuatnya senang jalan-jalan naik mobil. Dengan keterbatasan bahasanya, kami pancing-pancing jawaban dengan memberi beberapa pilihan.
Dengan cerianya dia menunjuk-nunjuk berbagai kendaraan yang lewat (terutama kereta api), maupun rambu-rambu lalu lintas, kincir angin Hollland Bakery, dsb. Ketika pulang juga kami tanyakan bagaimana perasaannya sehabis jalan-jalan, happy atau membosankan, capek atau tidak.
Kemarin pagi sebelum Pesta Akhir Tahun sekolahnya dimulai, Keanu mandi dan sikat gigi sendiri. Setelah selesai saya memang mengecek hanya untuk memastikan semuanya sudah bersih (tidak ada sabun yang masih menempel). Pintu kamar mandi belum ditutup jika mandi, namun dia menutup tirai shower karena malu dan ingin berkegiatan sendiri. Selesai mandi, dia memakai pakaian dalam dan celana pendek sendiri, maju seragamnya masih saya pakainkan karena seragam yang dipakai untuk acara adalah yg model kelasi, ada sliting di bagian belakang. Jika mengenakan seragam berkancing atau piyama tidur, Keanu sudah bisa mengancing dan membukanya sendiri. Karena kami semua ingin menonton acara beramai-ramai, laptop disambungkan ke TV agar terlihat besar. Keanu terlihat senang melihat acaranya dan mendapat tepung tangan meriah dari kami ketika dia tampil secara mandiri juga dia bergerak mengikuti lagu di bagian closing acara, tanpa kami ingatkan. Selesai acara, dia mengganti baju seragam dengan baju main...

Comments
Post a Comment