Skip to main content

Jurnal MOTyB Hari 7 – Tentang Menu Makanan di Rumah

Perjuangan mengenalkan makanan Melanjutkan jurnal yang ditulis pada hari ke-3, saya ingin bercerita sedikit tentang perjuangan nutrisi Keanu. Setelah demam naik turun sekitar 2 minggu yang sempat dialami Keanu, selera makannya berubah. Dia sangat sensitif terhadap rasa, tekstur, menjadi picky dan small eater. Bayangkan sudah sangat pemilih dengan makanan, yang masuk ke tubuhnya juga hanya sedikit. Keanu mendapatkan ASI hingga usianya 21 bulan, berhenti sendiri karena saya hamil. Waktu itu saya belum berniat menyapihnya semampu saya. Namun karena sensitif tadi, mungkin dia juga merasakan ada perubahan. Kami mencari bantuan untuk asupan gizinya ini ke dokter anak sub spesialis gizi dan ke dokter anak sub spesialis gastro. Karena selain pemilih tadi, pencernaannya juga ada gangguan. Setiap hari dia BAB bisa 3-4 x sehari, dengan warna, bau dan tekstur yang juga tidak biasa. Di dokter anak gizi, Keanu dibuatkan menu double carbo dan makanan cair, sedang di dokter anak gastro diberikan obat anti jamur dan mengkonsumsi probiotik khusus. Hampir ½ tahun berkonsultasi. Selera makan mulai timbul dan kuantitas semakin banyak, namun masih picky dan seringkali dari 1 piring sajian, ½ nya dilepeh. Walaupun sudah agak dilembutkan. Sedang untuk dokter anak spesialis gizi, target menu yang harus dikonsumsi tidak dapat kami penuhi, karena sebaik apapun menu yang disusun, Keanu menolak hampir sebagian besar jenis makanannya. Khawatir dia harus menjalani terapi by pass makanan (makanan cair langsung dimasukkan ke lambung lewat selang di hidung), kami mencoba alternatif lain. Kami mencoba mencari alternatif lain, karena melihat sepertinya juga ada gangguan di oramotoriknya. Berkonsultasi dengan dokter anak sub spesialis laktasi dan MPASI, ditemukan adanya tongue tied yang tebal dan kaku. Keanu diinsisi tali lidahnya di usia 3 tahun. Sejak itu makannya tidak dilepeh lagi dan bicara mulai jelas, walaupun makanan yang keras-keras masih kesusahan (misal daging yang agak tebal, atau sayur yang masih ½ matang). Dulu untuk kesensitifitasannya akan rasa, beberapa hari sekali saya suka siapkan permainan (Icip-Icip), yaitu meletakkan sedikit makanan atau bumbu dapur ke dalam sebuah piring besar, dan minta dia mencoba. Misalnya dalam 1 piring ada sesendok madu, sesendok yoghurt, sesendok cokelat bubuk (pahit), sesendok nori seaweed dan lain-lain. Cara ini cukup ampuh untuk membuatnya mau mencoba, untuk melatih rasa. Saya jadi ingat untuk kembali melanjutkan cara ini, sudah lama juga sejak terakhir kali.
Jika dulu sayur yang dia mau hanya bayam yang dimasak sangat matang (tidak mau kuahnya), dan juga ikan goreng yang harus kelihatan bentuk ikannya. Pada suatu masa hanya mau telur dadar dan sayur bayam. Perlahan mulai banyak variasi. Apalagi semester lalu perkembangannya pesat dng metode pengenalan bentuk-bentuk makanan dari mentah hingga diolah. Dia mau mencoba dan sudah mau diberikan dalam menu sehari-hari. Alhamdulillah. Untuk menu kemarin, saya memasak tekwan, ikan dan tempe goreng. Tekwan dilengkapi dengan bengkoang dan jamur kuping. Menu hari ini adalah ikan kue goreng, capcay (wortel, labu siam dan jamur) serta tempe goreng. Kebetulah setiap hari minggu di kelas bermainnya ada sesi makan bersama (makanan sehat), bisa makan besar maupun snack. Dia senang makan tempe yang digoreng tipis-tipis hingga rapuh. Saya sediakan juga mangga, namun ketika kelas berlangsung, mangga diambil sang adik dan hanya ditinggalkan sedikit.
Karena lauk pauk siang sudah habis, sore saya gorengkan bebek muda (tulang lunak) dan ayahnya membelikan tumis baby buncis. Namun karena keras (1/2 matang) dia tidak mau dan saya ganti dengan sup wortel. Untuk snack saya kupaskan pir, namun dia juga menolak. Sore tadi sang ayah lupa membelikan pisang barangan. Hampir sebagian besar waktu makan, Keanu masih saya suapin. Karena jika tidak dia hanya akan mengambil nasi dan ikan/ayamnya saja. Kecuali untuk nasi goreng atau nasi kuning dengan telur suir, dia makan sendiri, atau roti meises dia bikin dan makan sendiri. Keanu suka sekali berbagai jenis kerupuk, kerupuk gendar, kerupuk udang, macaroni, peyek, sebagai tambahan di menu makan besarnya. Untuk snack, dia senang pudding, roti, biskuit, mpek-mpek, cheese stick, kripik pisang, kripik singkong, kripik talas, buah pisang. Buah lainnya tergantung mood dan harus manis sempurna. Oh ya di rumah hampir selalu tersedia es krim, namun es krim ini harus dimakan secara bersama-sama (semua anak-anak) di saat-saat tertentu. Misalnya sore yang panas, atau setelah seharian banyak kegiatan atau PR supaya semangat. Berbagai rasa digilir, seperti cokelat, vanilla, strawberry, ogura. Pada semester lalu juga di kelas bermain Keanu bertema makanan tradisonal. Selama seminggu anak diminta untuk diperkenalkan dengan makanan tradisional (baik yang baru maupun yang sudah biasa dimakan). Keanu mau makan martabak aceh, nasi liwet, mpek-mpek, magelangan, tekwan. Para pengajar juga memperkenalkan jenis=jenis makanan tradisional lainnya melalui permainan dan diskusi makanan favorit. Mudah-mudahan selera makan dan variasi jenis makanannya akan terus bertambah. Namun memang perlu upaya lebih untuk terus menawarkan berbagai jenis makanan padanya.

Comments

Popular posts from this blog

Jurnal MOTyB hari ke-13 tentang kemandirian

Kemarin pagi sebelum Pesta Akhir Tahun sekolahnya dimulai, Keanu mandi dan sikat gigi sendiri. Setelah selesai saya memang mengecek hanya untuk memastikan semuanya sudah bersih (tidak ada sabun yang masih menempel). Pintu kamar mandi belum ditutup jika mandi, namun dia menutup tirai shower karena malu dan ingin berkegiatan sendiri. Selesai mandi, dia memakai pakaian dalam dan celana pendek sendiri, maju seragamnya masih saya pakainkan karena seragam yang dipakai untuk acara adalah yg model kelasi, ada sliting di bagian belakang. Jika mengenakan seragam berkancing atau piyama tidur, Keanu sudah bisa mengancing dan membukanya sendiri. Karena kami semua ingin menonton acara beramai-ramai, laptop disambungkan ke TV agar terlihat besar. Keanu terlihat senang melihat acaranya dan mendapat tepung tangan meriah dari kami ketika dia tampil secara mandiri juga dia bergerak mengikuti lagu di bagian closing acara, tanpa kami ingatkan. Selesai acara, dia mengganti baju seragam dengan baju main...

Jurnal MOyTB hari ke-11 tentang Toilet Training

Pengalaman yang Berbeda. Saya percaya setiap anak mengalami fase tumbuh kembangnya sendiri-sendiri, termasuk toilet training. Begitu pula dengan Keanu, berbeda dengan abangnya yang cukup “mulus” perjalanannya, Keanu sedikit berliku. Dulu abang sejak usia 2 tahun menurut jika setiap pagi setelah bangun tidur kami ajak ke kamar mandi untuk pipis, dan juga setiap 2-3 jam diajak ke kamar mandi supaya tidak ngompol. Sedang Keanu menolak, jadi ada proses drama dulu sebelum akhirnya mau diajak pipis. Kami melengkapi kamar mandi dengan toilet mini bergambar kodok agar dia mau pipis di situ. Untuk BAB, ada juga toilet mini lungsuran abangnya dulu. Jika si abang dulu mau, Keanu tidak. Dia memilih di toilet besar dengan alas bantu khusus untuk anak kecil. Juga bangku kecil untuk pijakan dia naik ke toilet. Untuk pembelajaran toilet training ini kami juga melengkapi kasur dengan sprei anti air agar mudah dibersihkan. Walaupun suaranya berisik kresek kresek jika bergerak. Juga dengan penggu...

Jurnal MOTyB Hari 4 – Ceritakan kegiatan tentang meminjam buku di website perpustakaan Tetum Bunaya

Menumbuhkan Budaya Membaca di Rumah. Sejak SD saya punya perpustakaan mini di rumah, yang saya susun sendiri. Teringat perasaan gembiranya ketika almarhum ayah mengajak saya berbelanja ke kota Medan (saya besar di kota Lhoksemawa, Aceh Utara). Saya tidak begitu ingat berbelanja di mana, tapi rasanya bukan di toko buku, karena orang tua saya berbelanja yang lain dan saya sibuk di seksi buku-buku dan alat tulis. Mungkin seperti supermarket besar. Koleksi buku-buku saya waktu itu sebagian besar komik dan fiksi pendek. Saya tumbuh dengan buku-buku Enyd Blyton, Trio Detektif, Lima Sekawan, Malory Towers, STOP, Koleksi buku Tini (berbagai judul) juga Doraemon, Kungfu Boy, serial animee cerita untuk anak perempuan (banyak sekali judulnya) seperti Candy-Candy, Sailor Moon, dll. Beruntung saya punya adik yang juga senang buku, jadi kami berdua mengumpulkan, merawat dan menyusun buku-buku. Pernah juga mencoba membuka taman bacaan, namun tetangga saya bilang kok pelit banget sih pinjam buku...