Skip to main content

Jurnal MOTyB Hari 9 – Membaca buku dari Perpustakaan Tetum

Kami belum berkesempatan melihat koleksi dan meminjam secara langsung buku-buku di perpus Tetum. Namun saya cukup senang sempat mengikuti diskusi buku daring yang diadakan oleh klub buku Tetum, maupun membaca postingan IG Tetum tentang beberapa koleksi buku yang direkomendasikan. Hari ini kami membagi tugas, karena sang abang masih masa ujian akhir semester, maka saya kebagian mendampinginya belajar, me-review kuis-kuis dan mengerjakan contoh latihan soal. Si sulung ini masih harus disampingi walau sudah kelas 4, karena masalah atensi, dia seringkali melewatkan hal-hal kecil yang ternyata berakibat fatal, atau membaca hanya sebagian kalimat dan mengutarakan kalimat/jawaban tidak sempurna jadi membuat orang yang menilainya kurang paham. Harus dipantik dengan berbagai diskusi dan contoh konkrit, serta dibahas kembali. Saya juga sekalian mengecek tugas-tugasnya apakah sudah dikerjakan semua atau masih ada yang belum. Untuk kegiatan membaca buku, saya kebagian mendampingi si sulung dan si bungsu yang sedang ikut kegiatan tantangan membaca/dibacakan buku selama 30 hari #bacajakarta2021. Sedang sang ayah yang akan membacakan buku untuk Keanu.
Buku yang kami pinjam berjudul “Ada Apa di Situ?” sebuah karya dari penulis Erna Fitrini, diilustrasikan oleh Hutami Dwijayanti dan diterbitkan oleh Provisi Education. Buku bertema lingkungan yang masih satu tema dengan buku “Akan ke mana Boti?” yang menjadi salah satu buku favorit Keanu. Buku ini berkisah tentang imajinasi seorang anak tentang profesi kakaknya, seorang petugas kebersihan taman kota. Ternyata seru berimajinasi bisa bermain apa saja di taman sambil membantu si kakak menjaga kebersihan lingkungan.
Untuk pengalaman lengkapnya biar sang ayah yang bercerita.

Comments

Popular posts from this blog

Jurnal MOTyB hari ke-13 tentang kemandirian

Kemarin pagi sebelum Pesta Akhir Tahun sekolahnya dimulai, Keanu mandi dan sikat gigi sendiri. Setelah selesai saya memang mengecek hanya untuk memastikan semuanya sudah bersih (tidak ada sabun yang masih menempel). Pintu kamar mandi belum ditutup jika mandi, namun dia menutup tirai shower karena malu dan ingin berkegiatan sendiri. Selesai mandi, dia memakai pakaian dalam dan celana pendek sendiri, maju seragamnya masih saya pakainkan karena seragam yang dipakai untuk acara adalah yg model kelasi, ada sliting di bagian belakang. Jika mengenakan seragam berkancing atau piyama tidur, Keanu sudah bisa mengancing dan membukanya sendiri. Karena kami semua ingin menonton acara beramai-ramai, laptop disambungkan ke TV agar terlihat besar. Keanu terlihat senang melihat acaranya dan mendapat tepung tangan meriah dari kami ketika dia tampil secara mandiri juga dia bergerak mengikuti lagu di bagian closing acara, tanpa kami ingatkan. Selesai acara, dia mengganti baju seragam dengan baju main...

Jurnal MOyTB hari ke-11 tentang Toilet Training

Pengalaman yang Berbeda. Saya percaya setiap anak mengalami fase tumbuh kembangnya sendiri-sendiri, termasuk toilet training. Begitu pula dengan Keanu, berbeda dengan abangnya yang cukup “mulus” perjalanannya, Keanu sedikit berliku. Dulu abang sejak usia 2 tahun menurut jika setiap pagi setelah bangun tidur kami ajak ke kamar mandi untuk pipis, dan juga setiap 2-3 jam diajak ke kamar mandi supaya tidak ngompol. Sedang Keanu menolak, jadi ada proses drama dulu sebelum akhirnya mau diajak pipis. Kami melengkapi kamar mandi dengan toilet mini bergambar kodok agar dia mau pipis di situ. Untuk BAB, ada juga toilet mini lungsuran abangnya dulu. Jika si abang dulu mau, Keanu tidak. Dia memilih di toilet besar dengan alas bantu khusus untuk anak kecil. Juga bangku kecil untuk pijakan dia naik ke toilet. Untuk pembelajaran toilet training ini kami juga melengkapi kasur dengan sprei anti air agar mudah dibersihkan. Walaupun suaranya berisik kresek kresek jika bergerak. Juga dengan penggu...

Jurnal MOTyB Hari 4 – Ceritakan kegiatan tentang meminjam buku di website perpustakaan Tetum Bunaya

Menumbuhkan Budaya Membaca di Rumah. Sejak SD saya punya perpustakaan mini di rumah, yang saya susun sendiri. Teringat perasaan gembiranya ketika almarhum ayah mengajak saya berbelanja ke kota Medan (saya besar di kota Lhoksemawa, Aceh Utara). Saya tidak begitu ingat berbelanja di mana, tapi rasanya bukan di toko buku, karena orang tua saya berbelanja yang lain dan saya sibuk di seksi buku-buku dan alat tulis. Mungkin seperti supermarket besar. Koleksi buku-buku saya waktu itu sebagian besar komik dan fiksi pendek. Saya tumbuh dengan buku-buku Enyd Blyton, Trio Detektif, Lima Sekawan, Malory Towers, STOP, Koleksi buku Tini (berbagai judul) juga Doraemon, Kungfu Boy, serial animee cerita untuk anak perempuan (banyak sekali judulnya) seperti Candy-Candy, Sailor Moon, dll. Beruntung saya punya adik yang juga senang buku, jadi kami berdua mengumpulkan, merawat dan menyusun buku-buku. Pernah juga mencoba membuka taman bacaan, namun tetangga saya bilang kok pelit banget sih pinjam buku...