Skip to main content

Jurnal MOTyB hari ke-12 tuliskan surat kepada ananda yang akan dibaca dewasa kelak

Sudah 2 hari ini telat menulis jurnal. Biasanya memang saya menulis di akhir hari, ketika anak-anak semua berangkat tidur. Karena pada waktu tersebut saya bisa menulis dengan tenang dan tidak merasa terburu-buru dengan adanya jadwal kegiatan lain ataupun kebutuhan anak. Biasanya si bungsu akan tidur sendiri, sambil menumpuk buku-buku favoritnya atau mobil-mobilan favoritnya di kasur. Namun sudah hampir seminggu ini dia jadi ikut bergadang bersama saya. Mungkin dia merasa kurang nyaman bundanya tidak ikut di kasur menemani. Memang sudah seminggu ini pula kami mengikuti tantangan #bacajakarta2021 dan kesemua dokumentasi, publikasi dan pengisian booklet saya lakukan di penghujung hari. Jadi 2 hari ini saya temani dia tidur, bermaksud mengerjakan setelah adik terlelap. Eh saya ikut terlelap juga dan di pagi hari langsung sibuk dengan persiapan Keanu dan adik di kelas bermainnya (adik ikut kelas akhir pekan), PR-PR abang yang masih tertinggal dan juga acara-acara Pesta Akhir Tahun Sekolah si abang dan Keanu (virtual).
Refleksi diri sepertinya saya memang belum bagus manajemen waktu dan pengaturan prioritas. Surat untuk Keanu. Halo Keanu, Apa kabar hari ini? Masih ingat kalau Bunda bangunkan Keanu sebelum sekolah, Keanu suka dielus punggung dan dikitik-kitik hingga bangun. Semoga di hari Keanu membaca surat ini juga dengan senyum dan tawa ya. Dalam surat ini, Bunda ingin sampaikan bahwa Keanu adalah anak Bunda yang spesial dinantikan. Dulu sebelum Keanu lahir, Bunda dan Ayah ikhtiar secara khusus untuk mengharapkan Keanu. Selama setahun ikhtiar dilakukan dan berpasrah pada Allah SWT. Alhamdulillah kami diberikan kehadiranmu yang dinanti-nanti. Namun bunda juga ingin meminta maaf, jika mungkin kamu merasa lebih banyak mengalah untuk abang yang butuh perhatian khusus maupun adik yang keras kemauannya. Menjadi anak tengah mungkin memang sering mengalami hal itu. Terkadang seperti merasa sendiri. Namun Bunda tahu walaupun begitu, Keanu sangat perhatian dengan abang dan adik. Semoga ketika Keanu membaca surat ini, Keanu masih tetap berupaya menjadi pemersatu kebersamaan antara 3 bersaudara yaitu abang Kenzi, Keanu dan adik Keenan. Kalian saling menjaga ya. Sedari kecil, kamu adalah anak yang tahu apa yang kamu inginkan dan berani beradaptasi di lingkungan baru, bertemu banyak orang baru. Ketika dewasa dan mungkin kamu terkadang merasa “kehilangan diri sendiri”, itu adalah hal yang wajar dalam perjalanan hidup. Ingatlah kembali dan janganlah ragu melangkah bahwa kamu adalah anak yang tahu apa yang kamu mau. Masih ingat ketika umurmu 4-5 tahun, kamu bersama teman-teman sekelasmu bersekolah secara daring di rumah, karena waktu itu ada pandemi virus Corona yang melanda dunia. Selama sekitar hampir dua tahun, kamu tidak bertemu dengan teman-teman secara langsung, tidak bisa bermain bersama di sekolah. Bunda merasa sedih juga kamu mungkin kehilangan masa keceriaan bermain dan bersosialisasi di sekolah TK. Karena TK merupakan waktunya bersenang-senang bersama teman namun juga masa transisi persiapan sekolah formal (SD).
Untuk itulah di tahun kedua, Bunda memutuskan bahwa kamu harus memiliki pengalaman yang berbeda, lebih banyak bermain dan bersosialisasi secara terbatas. Memang jadinya Bunda harus lebih kerja keras lagi di rumah, menciptakan suasana yang penuh dengan pilihan untuk belajar dan bermain. Generasi Corona seperti kamu adalah generasi yang tangguh, yang harus melewati proses adaptasi dengan yang penuh tantangan, teknologi, hubungan antar manusia dan semua kegiatan harus dilakukan dari rumah. Walaupun begitu, pada zaman ini hadir begitu banyak kreatifitas yang bisa dinikmati, maupun dilakukan di rumah. Kamu belajar dengan baik proses adaptasi itu, memang terkadang terasa melelahkan, dan Bunda harus pintar-pintar menjaga mood dan mentalmu dan juga semua orang yang ada di rumah. Bunda yakin di masa dewasa ini, Keanu juga bisa beradaptasi dengan perubahan jaman yang semakin global, tanpa kehilangan jati diri. Senantiasa ingat akan siapa kita, Allah pencipta kita, di tanah apa kita dilahirkan, dan menghargai perbedaan dan keberagaman. Bunda juga ingin berterima kasih, karena Keanu juga sudah mengajarkan Bunda banyak hal, tentang ekspresi cinta, saling menyayangi dan memberi perhatian, juga banyak kesabaran. Semoga kamu terus menjadi orang yang penuh kasih sayang dan terus menyayangi kami orang tuamu di kala kami renta. Salam sayang, Bunda Santy

Comments

Popular posts from this blog

Jurnal MOTyB hari ke-13 tentang kemandirian

Kemarin pagi sebelum Pesta Akhir Tahun sekolahnya dimulai, Keanu mandi dan sikat gigi sendiri. Setelah selesai saya memang mengecek hanya untuk memastikan semuanya sudah bersih (tidak ada sabun yang masih menempel). Pintu kamar mandi belum ditutup jika mandi, namun dia menutup tirai shower karena malu dan ingin berkegiatan sendiri. Selesai mandi, dia memakai pakaian dalam dan celana pendek sendiri, maju seragamnya masih saya pakainkan karena seragam yang dipakai untuk acara adalah yg model kelasi, ada sliting di bagian belakang. Jika mengenakan seragam berkancing atau piyama tidur, Keanu sudah bisa mengancing dan membukanya sendiri. Karena kami semua ingin menonton acara beramai-ramai, laptop disambungkan ke TV agar terlihat besar. Keanu terlihat senang melihat acaranya dan mendapat tepung tangan meriah dari kami ketika dia tampil secara mandiri juga dia bergerak mengikuti lagu di bagian closing acara, tanpa kami ingatkan. Selesai acara, dia mengganti baju seragam dengan baju main...

Jurnal MOyTB hari ke-11 tentang Toilet Training

Pengalaman yang Berbeda. Saya percaya setiap anak mengalami fase tumbuh kembangnya sendiri-sendiri, termasuk toilet training. Begitu pula dengan Keanu, berbeda dengan abangnya yang cukup “mulus” perjalanannya, Keanu sedikit berliku. Dulu abang sejak usia 2 tahun menurut jika setiap pagi setelah bangun tidur kami ajak ke kamar mandi untuk pipis, dan juga setiap 2-3 jam diajak ke kamar mandi supaya tidak ngompol. Sedang Keanu menolak, jadi ada proses drama dulu sebelum akhirnya mau diajak pipis. Kami melengkapi kamar mandi dengan toilet mini bergambar kodok agar dia mau pipis di situ. Untuk BAB, ada juga toilet mini lungsuran abangnya dulu. Jika si abang dulu mau, Keanu tidak. Dia memilih di toilet besar dengan alas bantu khusus untuk anak kecil. Juga bangku kecil untuk pijakan dia naik ke toilet. Untuk pembelajaran toilet training ini kami juga melengkapi kasur dengan sprei anti air agar mudah dibersihkan. Walaupun suaranya berisik kresek kresek jika bergerak. Juga dengan penggu...

Jurnal MOTyB Hari 4 – Ceritakan kegiatan tentang meminjam buku di website perpustakaan Tetum Bunaya

Menumbuhkan Budaya Membaca di Rumah. Sejak SD saya punya perpustakaan mini di rumah, yang saya susun sendiri. Teringat perasaan gembiranya ketika almarhum ayah mengajak saya berbelanja ke kota Medan (saya besar di kota Lhoksemawa, Aceh Utara). Saya tidak begitu ingat berbelanja di mana, tapi rasanya bukan di toko buku, karena orang tua saya berbelanja yang lain dan saya sibuk di seksi buku-buku dan alat tulis. Mungkin seperti supermarket besar. Koleksi buku-buku saya waktu itu sebagian besar komik dan fiksi pendek. Saya tumbuh dengan buku-buku Enyd Blyton, Trio Detektif, Lima Sekawan, Malory Towers, STOP, Koleksi buku Tini (berbagai judul) juga Doraemon, Kungfu Boy, serial animee cerita untuk anak perempuan (banyak sekali judulnya) seperti Candy-Candy, Sailor Moon, dll. Beruntung saya punya adik yang juga senang buku, jadi kami berdua mengumpulkan, merawat dan menyusun buku-buku. Pernah juga mencoba membuka taman bacaan, namun tetangga saya bilang kok pelit banget sih pinjam buku...